Hutan Is my House

Oleh : Eka Preti

 

Di suatu tempat nan jauh ada sebuah hutan yang disebut Hutan Semangat. Hutan Semangat adalah hutan yang sangat indah dan sejuk. Bunga-bunga bermekaran indah, daun-daun pohon yang menghijau menambah asrinya Hutan Semangat. Tak heran tempat itu dijadikan tempat tinggal oleh hewan-hewan buas dan hewan-hewan jinak. Diantaranya hewan harimau yang bernama Mamau, hewan kelinci yang bernama Eci, hewan semut rangrang yang bernama Ant dan hewan angsa yang bernama Aang.

Pagi yang cerah hewan- hewan di Hutan Semangat mulai beraktivitas. Mamau, Eci, Ant, dan Aang pergi ke sekolah. Di sekolah mereka belajar layaknya manusia seperti berhitung, bernyanyi, dan membaca. Mamau adalah hewan yang lincah sehingga dia tidak bisa diam saat pelajaran. Sedangkan Eci adalah hewan yang pintar dan pendiam. Ant dan Aang adalah hewan yang cerdik namun suka menjaili teman.

Di sekolah hari ini mereka belajar tentang “Semangat Kebangsaan”, Bu Momo menjelaskan apa yang harus dilakukan anak-anak dalam menjaga semangat kebangsaan diantaranya adalah bangga menjadi warga di negaranya, dan ikut membela Negara.

“ibu guru.” Tanya Eci sambil mengacungkan tangan

“ya, Eci ada apa?” Jawab Bu Momo

“kenapa kita harus ikut membela Negara?” Tanya Eci

“anak- anak ada yang bisa jawab pertanyaan Eci?” Tanya bu guru. Namun murid- murid pun terdiam cukup lama, hingga bu guru pun yang menjawab.

“kenapa kita harus ikut membela Negara? Jawabannya adalah agar kita tidak kehilangan Negara kita.” Jawab bu guru

“bagaimana Eci, sudah mengerti?” Tanya bu guru kepada Eci

“sudah bu.”  Jawab Eci

“bu guru.” Tanya Ant

“ya, Ant.” Jawab bu guru

“bagaimana cara kita membela Negara?” Tanya Ant

“ ada yang tahu?” Tanya bu guru

“saya tahu bu?” Jawab Mamau dan Aang serempak

“ya Mamau. Apa jawabanmu?” Tanya bu guru

“ikut perang.” Jawab Mamau sambil mempraktekkan perang-perangan

“kalau Aang, apa jawabanmu?” Tanya bu guru

“belajar.” Jawab Aang singkat

“jawaban Mamau dan Aang tidaklah salah. Cara yang kita gunakan dalam membela banyak cara diantaranya belajar dengan tekun bagi seorang siswa agar tidak mudah tertipu, selain itu kita juga boleh ikut perang.” Jawab bu guru. Sedangkan murid- murid mendengarkan dengan serius.

“bagaimana kalian sudah mengerti dengan pelajaran hari ini?” Jawab bu guru

“sudah mengerti bu.” Jawab murid- murid serempak

“pelajaran hari ini cukup sampai disini. Jangan lupa di rumah belajar ya!” pesan bu guru

“ya bu.” jawab anak- anak

“ayo berdo’a dulu.” Perintah bu guru. Dan semua murid-murid berdo’a

***

Saat jalan pulang mereka mendengar pembicaraan orang- orang bahwa 5 hari kedepan hutan yang mereka tempati akan dijadikan lahan perkebunan oleh para manusia yang serakah. Mendengar hal itu mereka sangat sedih sekali dan bingung apa yang harus dilakukan. Kemudian Eci punya ide kalau jam 4 sore kita harus mendiskusikan hal ini dan akhirnya teman- teman yang lainpun menyetujuinya dan mereka sepakat untuk berdiskusi di rumah Eci.

Jam 4 sore mereka telah kumpul di rumah Eci, mereka masih bingung apa yang harus dia lakukan agar Hutan Semangat tidak dirusak. Pada  akhirnya Eci ingat pelajaran hari ini.

“semua hewan-hewan harus turut serta ikut menjaga Hutan Semangat.” Jawab Eci

“caranya?” Tanya Mamau

“ikut perang.” Jawab Ant

“ya kamu benar. Tapi perangnya disini adalah bagaimana cara kita mengusir mereka sehingga mereka kapok dan tak kembali lagi.” Jawab Eci

“aku tahu caranya.” Jawab Aang

“apa?” Tanya mereka bertiga serempak

“aku dan keluargaku akan memimpin di barisan pertama untuk meyosor mereka, sedangkan kamu Ant kamu memimpin di barisan yang kedua kamu menggigit mereka dan kamu Mamau kamu memimpin barisan terakhir. Kalian setuju dengan ideku?” terang Aang

“Apa tugasku di barisan terakhir adalah memangsa mereka?” Tanya Mamau dengan sangat percaya diri

“tidak. Hanya dengan menunjukkan muka dan suaramu aku yakin mereka akan pergi. Oia Eci kamu kumpulkan para hewan- hewan ya.” jawab Aang

“baik.” jawab Eci

Akhirnya mereka semua pun setuju dengan ide Aang.

Saat malam tiba Eci dibantu Ayahnya mengajak hewan-hewan untuk berkumpul memberitahu ide Aang. Setelah semua hewan berkumpul Aang menjelaskan idenya dan semua hewan pun setuju.

***

Tiba hari penggusuran hutan. Para manusia menyiapkan alat-alat besar, para hewan pun menyiapkan diri untuk menggusir mereka.

Akhirnya manusia pun tiba di barisan pertama dan kelompok Aang pun menyerang mereka dengan menyosori para manusia. Beberapa manusia lari kesakitan sedangkan sisanya melanjutkan pekerjaannya. Selanjutnya kelompok Ant menyerang mereka dengan gigitan semut rangrang yang gatal dan mereka garuk-garuk badan. Selanjutnya Mamau dan keluarga keluar dengan menunjukkan wajah galaknya disertai dengan suaranya dan akhirnya semua manusia itu lari ketakutan meninggalkan Hutan Semangat karena mereka takut dimakan oleh Mamau dan keluarga.

Karena semangat untuk mempertahankan tempatnya, akhirnya mereka dapat menjaga Hutan Semangat, dan akhirnya para manusia itupun tidak pernah datang kembali lagi ke hutan, dan para hewan di Hutan Semangat hidup dengan tenang.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s