karya

Guruku Jalan Suksesku

Oleh : Eka Rizky

Tiba saatnya pengumuman kelulusan untuk siswa SMP. Dirumah aku dan teman-teman yang kebetulan satu sekolah menunggu dengan cemas. Di dalam pikiranku hanyalah “bisakah aku melanjutkan sekolah kalau aku lulus nanti?”. Aku berpikiran seperti itu karena kutahu bahwa kedua orangtuaku adalah keluarga yang dapat dikatakan menengah kebawah.

Sampai jam 17.00 WIB tak ada seorang guru yang datang ke desaku, ini berarti aku dan teman-temankuku lulus. Teman-temanku sangat gembira sekali. Saat itu aku juga gembira tapi tak segembira mereka.

Keesokan harinya, kami semua pergi ke sekolah untuk mengambil SKHU sementara. Semua teman-temanku sibuk mau daftar ke sekolah yang mereka inginkan. Berbeda denganku aku hanya diam dan memperhatikan teman-temanku, hingga aku dikejutkan oleh pertanyaan Dias

“Nana, kamu mau sekolah dimana?” Tanya Dias

“aku tidak tahu.” Jawabku sedih dalam hati

Setelah ngobrol dengan Dias aku kembali ke dalam lamunanku. Dalam lamunan panjang aku bertekad akan bekerja terlebih dahulu selama satu tahun dan tahun depannya akan sekolah lagi.

Sesampai di rumah ibuku bertanya.

“Nana, gimana nilai ujian kamu?” Tanya ibu

“nilainya cukup bagus.” Jawabku agak sedih. Tapi saat itu bukan hanya aku saja yang sedih ibuku juga sedih tapi dia berusaha tegar dihadapanku.

“ya sudah, kamu makan siang saja.” Perintah ibu

Aku pun pergi ke kamar tidur untuk ganti baju dan kemudian makan siang dilanjutkan dengan sholat. Orangtuaku mengajarkanku bahwa aku tidak boleh lupa kepada-Nya disaat sengsara dan bahagia.

Saat selesai sholat maghrib aku dan bapak duduk sambil menonton televisi.  Lalu bapak mengajakku berbicara.

“selamat ya nak, kamu telah lulus. Maaf bapak tidak bisa menyekolahkanmu.” Ucap bapak

“ya tidak apa-apa pak.” Jawabku

“kamu rencananya mau ngapain?” Tanya bapak

“rencananya saya akan kerja, kalau uang terkumpul saya akan sekolah lagi.” Jawabku

“semoga rencanamu dikabulkan oleh Allah ya nak.” Ucap ayah

Setelah berbicara dengan ayah, kupasrahkan apa yang terjadi dalam hidupku hanya kepada-Nya.

Malam tepat pukul 21.00 WIB aku tidur. Dalam tidur aku bermimpi bagaimana indahnya sekolah hingga pukul 02.30 WIB aku terbangun dalam tidur. Sejak saat itu aku tidak bisa tidur. Kuputuskan untuk mengambil air wudhu, lalu aku sholat Tahajud. Dalam sholat Tahajud itu kuberdo’a:

ya allah ya tuhanku

engkaulah tuhan yang maha agung

kaulah tuhan yang pengasih dan penyayang

di malam yang larut ini,

disaat semua orang terlelap tidur

hamba menghadap kepada-Mu

hamba tahu hamba adalah manusia yang penuh dosa dan tak pernah merasa bersyukur kepada-Mu. Ijinkan hamba berkeluh-kesah kepadamu

memohon agar hamba bisa diberikan kesempatan untuk sekolah lagi.

Ya allah berikan hamba jalan untuk bisa menggapai keinginanku, karena hamba ingin membahagiakan kedua orangtuaku. Amin”

Setelah berdo’a hatiku merasa tenang. Kemudian aku melanjutkan tidurku.

***

Keesokan harinya aku melihat teman-teman pergi mengikuti tes masuk ke SMA Negeri. Aku memberikan mereka semangat bahwa mereka pasti bisa melakukannya.

Siang yang begitu panas tiba- tiba datang guru sekolahku saat di Sekolah Dasar, aku heran kenapa dia datang ke rumahku.

“Nana, katanya kamu tidak melanjutkan ke SMA, benarkah?” Tanya bu Nur

“iya. Emangnya kenapa bu?” Jawabku

“ibu dapat tawaran dari sebuah yayasan bahwa yayasan itu bisa menyekolahkanmu.” Jawabnya

“benarkah?” Tanyaku terkejut. Dalam hati kuucapkan syukur kepada allah karena telah mengirim seseorang untukku sehingga aku bisa sekolah lagi.

“tapi kamu diharuskan tinggal di Yayasan tersebut. Apakah kamu sanggup?” Tanya bu Nur lagi

“iya saya sanggup bu.” Jawabku senang sekali

“kalau begitu kamu sekarang siapkan ijazahmu karena ibu mau mendaftarkannya.” Pinta bu Nur

“baik bu.” Jawabku

Aku menuju ke kamar tidur lalu mengambil ijazahku. Di kamar aku melonjak kegirangan.

“ini bu ijazahnya.” Ucapku

“ya sudah ibu pulang dulu. Kamu persiapkan diri buat minggu depan karena mulai minggu depan kamu harus tinggal di Yayasan.” Ucapnya

“baik bu.” Jawabku

Sejak bu Nur pulang aku dan orangtuaku mengucapkan rasa syukur tiada henti kepada-Nya.

Kedatangan dia ke rumah mimpi-mimpiku mulai terbuka lebar. Dengan bantuan belian kini aku bisa melanjutkan kuliah yang selama ini tak pernah kubayangkan. Selain itu beliau juga memberikan kukesempatan untuk mengajar di sekolahku dulu. Bagiku bu Nur adalah Dewa penolongku.

***

Apabila kalian merasa dalam kesusahan jangan pernah merasa putus asa, ingatlah kepada-Nya dan memohonlah kepada-Nya karena segala sesuatu yang terjadi padamu pasti ada jalan keluarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s