manajemen dalam sekolah

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    Garapan manajemen sekolah

Berbicara tentang kegiatan pendidikan, di bawah ini beberapa bidang-bidang  kegiatan  yang  menjadi  wilayah  garapan  manajemen  sekolah yaitu :

  1. Administrasi  material,  yaitu  kegiatan  yang  menyangkut  bidang-bidang materi/ benda-benda, seperti ketatausahaan sekolah, administrasi keuangan, gedung dan alat-alat perlengkapan sekolah dan lain-lain.
    1. Administrasi personal, mencakup di dalamnya administrasi personal guru dan pegawai  sekolah, juga administrasi murid. Dalam hal ini masalah kepemimpinan dan supervisi atau kepengawasan memegang peranan yang sangat penting.
    2. Administrasi kurikulum, seperti tugas mengajar guru -guru,  penyusunan sylabus atau rencana pengajaran tahunan, persiapan harian dan mingguan dan sebagainya.

Hal serupa dikemukakan pula oleh M. Rifa’i (1980) bahwa bidang administrasi pendidikan terdiri dari :

  1. Bidang kependidikan atau bidang edukatif, yang menyangkut kurikulum, metode dan cara mengajar, evaluasi dan sebagainya.
    1. Bidang personil, yang mencakup unsur-unsur manusia yang belajar, yang mengajar, dan  personil lain yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar.
    2. Bidang alat dan keuangan, sebagai alat-alat pembantu untuk melancarkan siatuasi  belajar  mengajar dan untuk mencapai tujuan pendidikan sebaik- baiknya.
  1. B.     Manajemen kurikulum

Kurikulum secara luas memiliki arti yaitu komponen yang lengkap yang terdiri dari rumusan tujuan pendidikan suatu lembaga (tujuan institusional) sampai dengan penjabarannya dalam bentuk satuan acara pembelajaran. Pengelolaan kurikulum harus diarahkan secara baik agar proses pembelajaran dapat terarah secara baik pula, dengan tolak ukur pencapaian tujuan oleh siswa .Oleh karena itu perlu adanya manajemen kurikulum. Manajemen kurikulum  merupakan  subtansi  manajemen  yang  utama  di sekolah.  Prinsip dasar manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses   pembelajaran  dapat  berjalan  dengan  baik, dengan  tolok  ukur pencapaian  tujuan oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun dan terus       menerus menyempurnakan strategi pembelajarannya.

Tahapan manajemen  kurikulum  di  sekolah  dilakukan  melalui  empat  tahap  :

1)             perencanaan

2)      pengorganisasian dan koordinasi

3)      pelaksanaan

4)      pengendalian

Dalam  konteks  Kurikulum  Tingkat  Satuan  Pendidikan  (KTSP),  mengemukakan  tentang  siklus  manajemen  kurikulum, yaitu :

  1. Tahap   perencanaan   meliputi  langkah-langkah   yaitu:
    1. analisis kebutuhan
    2. merumuskan  dan  menjawab  pertanyaan  filosofis
    3. menentukan disain  kurikulum
    4. membuat rencana induk (master plan): pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian.

2. Tahap pengembangan meliputi langkah-langkah yaitu:

  1. perumusan rasional atau dasar pemikiran
  2. perumusan visi, misi, dan tujuan
  3. penentuan struktur dan isi program
  4. pemilihan dan pengorganisasian materi
  5. pengorganisasian kegiatan pembelajaran
  6. pemilihan sumber, alat, dan sarana belajar
  7. penentuan cara mengukur hasil belajar.

3. Tahap  implementasi  atau  pelaksanaan  meliputi  langkah-langkah yaitu:

  1. penyusunan  rencana dan program pembelajaran (Silabus, RPP: Rencana Pelaksanaan   Pembelajaran)
  2. penjabaran materi  (kedalaman  dan keluasan)
  3. penentuan strategi dan metode pembelajaran
  4. penyediaan sumber,  alat,   dan  sarana  pembelajaran
  5. penentuan  cara  dan  alat penilaian proses dan hasil belajar
  6. setting lingkungan pembelajaran

Tahap penilaian terutama dilakukan  untuk melihat sejauhmana kekuatan dan kelemahan dari kurikulum yang dikembangkan, baik bentuk penilaian formatif maupun sumatif.

  1. C.    Manajemen  Kesiswaan

Dalam manajemen kesiswaan terdapat empat prinsip dasar, yaitu :

  1. Siswa harus diperlakukan sebagai subyek dan bukan obyek, sehingga harus didorong untuk berperan serta dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan yang terkait dengan kegiatan mereka.
  2. Kondisi siswa sangat beragam,   ditinjau  dari  kondisi   fisik,   kemampuan   intelektual,  sosial ekonomi,  minat  dan  seterusnya.  Oleh  karena   itu  diperlukan  wahana kegiatan  yang  beragam,  sehingga  setiap  siswa  memiliki  wahana  untuk berkembang  secara  optimal.
  3. Siswa  hanya  termotivasi  belajar,  jika mereka menyenangi apa yang diajarkan
  4. Pengembangan potensi siswa tidak  hanya menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif, dan psikomotor.
  1. D.    Manajemen personalia

Terdapat  empat  prinsip  dasar  manajemen  personalia  yaitu  :

  1. Dalam mengembangkan sekolah, sumber daya manusia  adalah komponen paling berharga
  2. Sumber daya  manusia  akan  berperan  secara  optimal  jika dikelola dengan baik, sehingga mendukung tujuan institusional
  3. Kultur dan suasana organisasi di sekolah, serta perilaku manajerial sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan  pengembangan sekolah
  4. Manajemen personalia  di  sekolah  pada  prinsipnya  mengupayakan  agar setiap warga dapat bekerja sama dan saling mendukung untuk  mencapai tujuan sekolah.

Disamping  faktor  ketersediaan  sumber  daya  manusia,  hal  yang  amat penting   dalam   manajamen   personalia   adalah   berkenaan   penguasaan kompetensi  dari  para   personil  di  sekolah.Oleh  karena  itu, upaya pengembangan kompetensi dari  setiap  personil sekolah menjadi mutlak diperlukan.

  1. E.     Manajemen keuangan

Manajemen keuangan di sekolah terutama berkenaan dengan kiat sekolah dalam menggali dana, kiat sekolah dalam mengelola dana, pengelolaan keuangan dikaitkan dengan program tahunan sekolah, cara mengadministrasikan  dana  sekolah, dan  cara  melakukan  pengawasan, pengendalian serta pemeriksaan. Inti dari manajemen keuangan adalah pencapaian efisiensi dan efektivitas. Oleh  karena   itu,  disamping  mengupayakan  ketersediaan  dana  yang memadai untuk kebutuhan pembangunan maupun kegiatan rutin operasional di sekolah, juga perlu  diperhatikan faktor akuntabilitas dan transparansi setiap penggunaan keuangan baik yang bersumber pemerintah, masyarakat dan sumber-sumber lainnya.

 

  1. F.     Manajemen sarana dan prasana sekolah

Manajemen sarana dan prasana sekolah merupakan tindakan  yang dilakukan secara periodik dan terencana untuk merawat fasilitas  fisik,  seperti  gedung,  dan  peralatan  sekolah  lainnya, dengan tujuan untuk  meningkatkan kinerja, memperpanjang usia pakai, menurunkan biaya perbaikan dan  menetapkan  biaya  efektif  perawatan sarana dan pra sarana sekolah.Dalam  manajemen            ini perlu  dibuat  program  perawatan  preventif  di sekolah dengan cara  pembentukan tim pelaksana, membuat daftar sarana dan pra saran, menyiapkan jadwal kegiatan perawatan, menyiapkan lembar evaluasi untuk menilai hasil kerja perawatan pada masing-masing bagian dan memberikan penghargaan bagi  mereka  yang berhasil meningkatkan kinerja peralatan sekolah dalam rangka meningkatkan kesadaran  merawat sarana dan prasarana sekolah.

Sedangkan  untuk  pelaksanaannya  dilakukan  :  pengarahan  kepada  tim pelaksana,  mengupayakan   pemantauan bulanan ke lokasi tempat sarana dan  prasarana,  menyebarluaskan  informasi  tentang  program  perawatan preventif  untuk  seluruh  warga  sekolah,  dan  membuat  program  lomba perawatan terhadap sarana dan fasilitas  sekolah untuk memotivasi warga sekolah.

  1. G.    Manajemen layanan khusus

Manajemen layanan khusus di sekolah pada dasarnya ditetapkan dan di organisasikan untuk mempermudah atau memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi kebutuhan khusus siswa di sekolah. Pelayanan khusus diselenggarakan di sekolah dengan maksud untuk memperlancar pelaksanaan pengajaran dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen layanan khusus adalah suatu proses kegiatan memberikan pelayanan kebutuhan kepada peserta didik untuk menunjang kegiatan pembelajaran agar tujuan pendidikan bisa tercapai secara efektif dan efisien.

Jenis-Jenis Layanan Khusus

Pelayanan khusus yang diberikan sekolah kepada peserta didik, antar sekolah satu dengan sekolah lainnya pada umumnya sama, tetapi proses pengelolan dan pemanfaatannya yang berbeda. Beberapa bentuk manajemen layanan khusus yang ada di sekolah antara lain:

1)      Layanan perpustakaan peserta didik

Perpustakaan merupakan salah satu unit yang memberikan layanan  kepada peserta didik, dengan maksud membantu dan menunjang proses pembelajaran di sekolah, melayani informasi-informasi yang dibutuhkan serta memberi layanan rekreatif melalui koleksi bahan pustaka.

2)      Layanan kesehatan peserta didik

Layanan kesehatan di sekolah biasanya dibentuk sebuah wadah bernama Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Usaha kesehatan sekolah adalah  usaha kesehatan masyarakat yang dijalankan sekolah.

Selain itu layanan kesehatan juga dapat diartikan sebagai usaha sekolah dalam  rangka membantu  murid-muridnya yang mengalami persoalan yang berkaitan dengan kesehatan.

3)      Layanan asrama peserta didik

Bagi para peserta didik khususnya jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, terutama bagi mereka yang jauh dari orang tuanya diperlukan asrama. Selain manfaat untuk peserta didik, asrama mempunyai manfaat bagi para pendidik dan petugas asrama tersebut.

4)      Layanan bimbingan dan konseling

Layanan bimbingan dan konseling adalah proses bantuan yang diberikan kepada siswa dengan memperhatikan kemungkinan dan kenyataan  tentang adanya kesulitan yang dihadapi dalam rangka perkembangan yang optimal, sehingga mereka memahami dan mengarahkan diri serta bertindak dan bersikap sesuai dengan tuntutan dan situasi lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.

5)      Layanan kafetaria peserta didik

Kantin/ warung sekolah diperlukan adanya di tiap sekolah supaya makanan yang dibeli peserta didik terjamin kebersihannya dan cukup mengandung gizi. Para guru diharapkan sekali-kali mengontrol kantin sekolah dan berkonsultasi dengan pengelola kantin mengenai makanan yang bersih dan bergizi. Peran lain kantin sekolah yaitu supaya para peserta didik tidak berkeliaran mencari makanan keluar lingkungan sekolah.Layanan kafetaria adalah layanan makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh peserta didik disela-sela mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah sesuai dengan daya jangkau peserta didik..

6)      Layanan laboratorium peserta didik

Laboratorium diperlukan peserta didik apabila mereka akan mengadakan penelitian yang berkaitan dengan percobaan-percobaan tentang suatu obyek tertentu.Laboratorium adalah suatu tempat baik tertutup maupun terbuka yang dipergunakan untuk melakukan penyelidikan, pecobaan, pemraktekan, pengujian, dan pengembangan. Laboratorium sekolah adalah sarana penunjang proses belajar mengajar baik tertutup maupun terbuka yang dipergunakan untuk melaksanakan praktikum, penyelidikan, percobaan.

7)      Layanan koperasi peserta didik

Koperasi sekolah  adalah koperasi yang dikembangkan di sekolah, baik sekolah dasar, sekolah menengah, maupun sekolah dan dalam pengelolannya melibatkan guru dan personalia sekolah. Sedangkan koperasi peserta didik atau biasa disebut disebut koperasi siswa (Kopsis) adalah koperasi yang ada di sekolah tetapi pengelolaanya adalah oleh pesera didik, kedudukan guru di dalam Kopsis adalah sebagai pembimbing saja.

8)      Layanan keamanan

Layanan keamanan yaitu layanan yang dapat memberikan rasa aman pada siswa selama siswa belajar di sekolah misalnya adanya penjagaan oleh satpam sekolah.

  1. H.    Manajemen hubungan sekolah dan masyarakat

Sekolah  pada  hakekatnya  melaksanakan  dan  mempunyai  fungsi ganda  terhadap masyarakat,  yaitu memberi layanan dan sebagai agen pembaharuan bagi  masyarakat sekitarnya.

Setiap aktivitas pendidikan, apalagi yang bersifat inovatif, seharusnya dikomunikasikan  dengan  masyarakat  khususnya  orang  tua  siswa,  agar mereka mengerti mengapa aktivitas tersebut harus dilakukan oleh sekolah dan pada sisi  mana  mereka dapat berperan membantu sekolah dalam merealisasikan program inovatif tersebut.

Lembaga  pendidikan  bukan lembaga yang         berdiri sendiri  dalam membangun        pertumbuhan dan perkembangan putra-putra bangsa, melainkan ia merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat yang  luas, dan bersama masyarakat membangun dan meningkatkan  segala upaya  untuk memajukan  sekolah.

Hal ini dapat tercipta apabila lembaga pendidikan mau membuka diri dan menjelaskan kepada masyarakat tentang apa dan bagaimana masyarakat dapat berperan  dalam  upaya            membantu lembaga pendidikan memajukan dan  meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.

Ada beberapa manfaat pelaksanaan   maajemen hubungan   sekolah   dengan   masyarakat   (School  Public Relation)  yaitu:

Bagi Sekolah/lembaga pendidikan :

  1. Memperbesar  dorongan  mawas  diri,  sebab  pengawasan sekolah khususnya kualitas       sekolah              akan dilakukan baik  secara  langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat antara lain  melalui dewan pendidikan dan komite sekolah.
  2. Memudahkan/meringankan beban sekolah dalam memperbaiki serta  meningkatkan  kualitas  penyelenggaraan  pendidikan  di tingkat sekolah.  Hal ini akan tercapai apabila sekolah benar- benar  mampu  menjadikan  masyarakat  sebagai  mitra  dalam pengembangan  dan   peningkatan  sekolah.  Masyarakat  akan mendukung sepenuhnya serta  membantunya apabila sekolah mampu menunjukkan kinerja yang berkualitas.
  3. Opini  masyarakat  tentang  sekolah  akan  lebih positif/benar. Opini  yang  positif  akan  sangat  membantu  sekolah  dalam mewujudkan  segala   program   dan  rencana  pengembangan sekolah  secara  optimal,  sebab  opini  yang  baik  merupakan modal  utama  bagi  sekolah  untuk  mendapatkan  bantuan  dari berbagai pihak.
    1. Masyarakat  akan  ikut  serta  memberikan kontrol/koreksi terhadap sekolah, sehingga sekolah akan lebih hati-hati.
    2. Dukungan  moral  masyarakat  akan  tumbuh  terhadap  sekolah sehingga memudahkan mendapatkan bantuan material.

Bagi  Masyarakat,  dengan  adanya  hubungan  yang  harmonis  antar sekolah dengan masyarakat maka :

  1. Masyarakat/orang tua murid akan mengerti tentang berbagai hal yang menyangkut penyelenggaraan pendidikan di sekolah
  2. Keinginan  dan  harapan  masyarakat  terhadap  sekolah  akan lebih mudah disampaikan dan direalisasikan oleh pihak sekolah.
  1. Masyarakat akan memiliki kesempatan memberikan saran, usul maupun  kritik untuk membantu sekolah menciptakan sekolah yang berkualitas
  1. I.       Tantangan manajemen sekolah
  2. Mampu memberdayakan guru-guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, lancar, dan produktif.
  3. Dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaan sesuaii dengan waktu yang telah ditetapkan.
  4. Mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif dalam rangka mewujudkan tujuan sekolah dan pendidikan.
  5. Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lain disekolah.
  6. Bekerja dengan tim manajemen.
  7. Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Daftar Pustaka

Hasbullah. 2006. Otonomi Pendidikan: Kebijakan otonomi Daerah dan Implikasinya terhadap Penyelenggaraan Pendidikan. Bandung : Insan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s